Perempuan-Perempuan Pejuang - Hangover Syndrome of L>O>V>E
Skip to Navigation Skip to Content

Perempuan-Perempuan Pejuang

Dear all beings,

Berikut adalah kisah mengenai...

Perempuan-perempuan pejuang

Manusia itu tidak masuk akal, tidak logis dan egois.
Walaupun demikian, cintailah mereka!

Jika engkau melakukan kebaikan, orang-orang akan menuduhmu
memiliki motif egois tersembunyi.
Walaupun demikian, lakukan kebaikan!

Jika engkau sukses, engkau akan memperoleh banyak teman palsu
Dan musuh sejati, walaupun demikian, sukseslah!

Kebaikan yang engkau lakukan hari ini akan dilupakan esok hari.
Walaupun demikian, tetaplah berbuat baik!

Kejujuran dan keterus-terangan membuatmu mudah diserang.
Walaupun demikian, jujurlah dan berterus-teranglah!

Manusia dengan ide-ide terbesar bisa dijatuhkan oleh manusia paling
Kecil dengan pikiran paling kecil.
Walaupun demikian, berpikirlah besar!

Apa yang bertahun-tahun engkau bangun mungkin bisa dihancurkan
Dalam waktu semalam.
Walaupun demikian, tetaplah membangun!

Manusia sebenarnya membutuhkan bantuan, tetapi mereka mungkin
Menyerangmu jika engkau bantu.
Walaupun demikian, bantulah mereka!

Berikan pada dunia milikmu yang terbaik, dan engkau akan dihantam.
Walaupun demikian, berikanlah pada dunia milikmu yang terbaik!


Diatas merupakan kalimat yang berada di cover belakang sebuah buku berjudul perempuan-perempuan pejuang karya Lanny Anggawati (edisi terbatas). Di dalam buku tersebut menceritakan kisah nyata perjuangan wanita-wanita yang belajar untuk mencapai pembebasan dengan memilih kehidupan sebagai bhikkuni. Namun proses belajar mencapai pembebasan dalam dunia spiritual terdapat satu, puluh, ribu, ratus, juta, miliar, triliun dan satuan tak terukur lainnya bak badai dan penghalang baik dari eksternal maupun internal (red. Internal organisasi Buddhis itu sendiri).

Berapa banyak dari Anda yang mengetahui informasi bahwa pada Minggu, 1 Januari 2006 PERBHIKTIN (Persaudaraan Bhikkhuni Theravada Indonesia) diakui keberadaannya oleh pemerintah? Dikukuhkan oleh Drs. I Wayan suarjaya, M. Si, Direktur Jendral Bimas Hindu dan Buddha, Department Agama Republik Indonesia.
Apakah Anda tahu bahwa para bhikkhuni yang diceritakan dalam buku tersebut diupasampada oleh 12 bhikkhu Mahathera Theravada dari Sri Lanka, Myanmar dan Bangladesh (Certificate of Upasampada Ordination) diakui oleh dunia namun tidak di tanah air kita tercinta oleh pihak-pihak tertentu?

JANGAN langsung PERCAYA secara RETELAK pada apa yang saya informasikan kepada Anda hanya dengan membaca bulletin ini saja. Temukan kebenaran yang menurut akal sehat dan hati nurani anda benar adanya.

EHIPASIKO, Cari bukunya, Baca dan buktikan sendiri. Temukan jawaban dari setiap pertanyaan Anda yang belum terjawab mengenai dunia perbikkhunian.

Setelah itu terserah pada Anda apa mereka pantas disebut sebagai wanita-wanita super nekad? atau... manusia besar dalam wujud wanita (paling tidak dalam periode kehidupan ini)?

Mengulang, mengutip, mengkopi dan mengafirmasi kata tante Lanny,
“Ayya, Salutku padamu!”

Me,
-Nupi-
Manusia yang kadang-kadang punya hati nurani tapi kebanyakan suka lupa diri nan egois dan yang pasti AKU-nya masih menjulang tinggi.

p.s: Untuk informasi mengenai buku dapat sms ke 081328058028, Wisma Sambodhi Jl. Mayor Kusmanto 17 Klaten 57415. Tel. (0272) 321045 fax. (0272) 327060
Posted under: